Minggu, 25 April 2010

Harga Pokok

Harga pokok dikenal dengan nama singkatnya “HPP” adalah salah satu komponen dari laporan laba rugi, yang menjadi perhatian manajemen perusahaan dalam mengendalikan operasional perusahaan. Bila berbicara mengenai HPP, kita temukan 3 macam harga pokok yaitu harga pokok persediaan, harga pokok produksi dan harga pokok penjualan.

Ketiganya adalah komponen yang yang saling terkait namun bila kita mendengar perkataan HPP, maka kita harus konsen mana yang dimaksudkan. Permasalahan itu timbul karena perbedaan kebutuhan masing-masing tingkat manajemen. Manajer bagian pembelian (Purchase Manager) lebih fokus pada harga pokok persediaan, manajer produksi (production manager) atau manajer operasional (Operation Manager) lebih focus pada harga pokok produksi. Manajemen tingkat puncak tentunya akan lebih cenderung focus pada harga pokok penjualan.

Komponen yang paling besar dalam operasional perusahaan pada perusahaan dagang maupun perusahaan industri adalah persediaan. Karena harga pokok persediaan adalah bagian dari persediaan yang telah digunakan, Jadi perhatian lebih besar ditujukan pada harga pokok persediaan cukup beralasan. Namun hal itu tidak cukup bagi manajer operasional karena komponen biaya produksi baik biaya tenaga kerja langsung maupun biaya overhead pabrik juga merupakan komponen penting yang berada dalam ruang lingkup tugasnya. Karena itu manajer produksi atau manajer operasional pada perusahaan industri akan focus pada harga pokok produksi yaitu Harga pokok persediaan ditambah biaya produksi. Perusahaan Jasa tidak memiliki kedua komponen tersebut sehingga pada perusahaan jasa jelas hanya harga pokok yang terdiri dari biaya biaya operasional.

Walaupun harga pokok adalah bagian dari laporan laba rugi namun laporan harga pokok juga dilaporkan secara terpisah. Bentuk laporan harga pokok disesuaikan dengan kebutuhan manajemen dan metode akuntansi yang dipilih. Metode pepertual inventory adalah metode yang banyak digunakan pada system akuntansi computer namun masih banyak akuntan yang sangat familiar dengan metode Phisikal Inventori. Metode phisikal inventori semakin ditinggalkan karena system akuntansi computer dengan metode perpetual dapat memberikan informasi setiap saat tanpa harus menunggu perhitungan fisik persediaan bahkan dapat menampilkan hasil perhitungan harga pokok untuk suatu product yang akan diproduksi. Dengan demikian diperoleh laporan harga pokok dalam bentuk rencana dan laporan harga pokok realisasi.

Laporan Harga Pokok.

Laporan harga pokok adalah sebuah kertas kerja berupa perhitungan secara sistematis. Pada sistem akuntansi Manual biasanya hanya ditampilkan secara periodik namun sistem akuntansi komputer dengan menerapkan metode perpetual inventory dapat menghasilkan informasi secara visual kapan saja. Hal ini dapat dilakukan karena metode perpetual melakukan perhitungan berdasarkan transakasi yang telah di catat ke sistem komputer sedangkan metode Phisik melakukan perhitungan berdasarkan selisih antara persediaan awal ditambah mutasi dan dikurangi dengan sisa. Untuk mendapatkan sisa tentunya melalui perhitungan Phisik. Metode Phisik biasanya hanya menampilkan HPP secara keseluruhan pada satu periode tertentu sedangkan metode perpetual menghasilkan laporan HPP secara spesifik misalnya untuk satu produk tertentu.

Untuk memahami komponen dari harga pokok, perhatikan hubungan komponen-komponen berikut :
• Harga pokok penjualan = Harga Pokok Produksi + Biaya penjualan
• Harga Pokok Produksi = Harga Pokok Persediaan + Biaya Produksi
• Harga Pokok Persediaan = Bagian Persediaan Bahan Baku yang digunakan dalam Proses Produksi.
• Persediaan = Pembelian bahan baku + biaya pembelian
• Biaya penjualan = Biaya-biaya yang diperlukan untuk menjual
• Biaya Produksi = biaya tenaga kerja + Biaya overhead pabrik

Selanjutnya Komponen-komponet dapat kita susun secara hirarchi sbb:
Harga Pokok Penjualan :
a.Harga Pokok Produksi
a.1 Harga Pokok Persediaan
a.1.1 Biaya bahan baku yang dipakai
a.1.2 Biaya pembelian
a.2 Biaya Tenaga kerja lanhsung
a.3 Biaya overhead pabrik
a.3.1 Biaya bahan pembantu/penolong
a.3.2 Biaya tenaga kerja tidak langsung
a.3.3 Biaya listrik dan penerangan pabrik
a.3.4 Biaya penyusutan gedung Pabrik
a.3.5 Biaya penyusutan Mesin
a.3.6 Biaya proses produksi lainnya
a.4 Biaya Penjualan
a.4.1 Biaya pengepakan
a.4.2 Ongkos angkut penjualan (Biaya Delivery)
a.4.3 Biaya Penjualan lainnya

Pada sistem akuntansi komputer komponen tersebut langsung disusun dalam klasifikasi rekening buku besar.

Pada metode Phisical Inventory disusun sbb:
Barang Jadi Awal, 1 Jan yyyy
Barang Jadi awal
1. Barang Dalam Proses Awal, 1 Jan yyyy
1.1 Pemakaian Bahan Baku
1.1.1 Bahanbaku awal ,1 jan
1.1.2 Pembelian Bahan baku
1.1.2.1 Biaya angkut pembelian
1.1.2.2 Retur Pembelian
Pembelian Bersih
1.1.3 Bahan baku yang tersedia Utk Dipakai
1.1.4 Bahan Baku Akhir 31 Des

2. Harga Pokok Bahan Baku yg dipakai
2.1 Biaya tenaga kerja Langsung
2.2 Biaya Overhead Pabrik
2.1.1 Bahan Pembantu/Penolong
2.1.2 Biaya tenaga kerja tak Langsung
2.1.3 Biaya listrik & Penerangan Pabrik
2.1.4 Penyusutan Gedung Pabrik
2.1.5 Penyusutan mesin
2.1.6 Asuransi pabrik
2.1.7 Biaya Pabrikasi lainya
Jumlah Biaya Overhead

3. Barang Dalam Proses Akhir, 31 Des
Harga Pokok Produksi

4. Barang yang terdia untuk dijual
Barang jadi 31 Des yyyy
Jumlah Barang yg Dijual

Biaya Penjualan :
• Biaya Pengepakan
• Ongkos angkut Penjualan
• Komisi Penjualan
• Biaya Penjualan Lainnya
Jumlah Biaya Penjualan
Jumlah Harga Pokok Penjualan

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh Harga pokok dari data yang dikrimkan oleh Nuri sbb :


Laporan Harga Pokok

(JPS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar