Minggu, 25 April 2010

PPC Stock & Delivery

PPC Stock dan Delivery adalah bagian yang melakukan pengendalian keluar masuk barang dari / ke gudang barang jadi. Yang dimaksudkan stock disini adalah persediaan barang jadi. Dalam menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya bagian Stock & Delivery harus secara aktif berinteraksi dengan bagian penjualan, monitoring process, production schedule, dan data processing. Dalam ruang lingkup Stock dan delivery dilakukan pengukuran produktivitas, faktor keterlambatan, dan identifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi produktivitas delivery.

Deskripsi Kerja PPC Stock & Delivery :
1. Mencatat barang hasil produksi
2. Memverifikasi schedule delivery untuk mengetahui kapan barang tersebut akan diserahkan ke pelanggan.
3. Memperhatikan perimataan delivery dan rekomendasi khusus dari sales terkait, bila ada.
4. Membuat surat permintaan penyerahan barang
5. Menyerahkan barang dan dokumen delivery ke bagian delivery.
6. Menerima surat pengantar Asli, copy ke 1 & 2 yang telah ditandatangani oleh penerima
7. Menerbitkan daily delivery report (DDR) dan meminta legalisasi PPIC Manager selanjutnya menyerahkannya ke bagian penjualan (Asli) sebagai dasar pembuatan faktur dengan dilampirkan surat pengantar yang telah ditandatangani oleh penerima. Copy ke 1 & 2 untuk PPC mananer dan GM.
8. Menerima barang retur dan dokumennya
9. Menghitung Jumlah barang retur dan menghitung konversinya ke bentuk satuan utuh dan roll jumbo.
10. Mencatat barang retur dan alasan pelanggan meretur barang tersebut.
11. Menyerahkan barang retur ke bagian penanganan barang retur untuk ditindaklanjuti
12. Memeriksa kartu persediaan yang dapat divisual secara online di layar komputer.

Prosedur kerja PPC Stock & Delivery :
1. Memverifikasi Rencana delivery yang dientry oleh bagain penjualan
2. Memverifikasi persediaan
3. Membuat surat permintaan delivery yang ditujukan ke gudang jadi dan driver
4. Melegalisasi surat pengantar
5. Laporan Stock dan Delivery
6. Laporan delivery adalah laporan yang bersifat operasional yang berfungsi bagi manajemen untuk mengetahui masalah-masalah yang terjadi dalam rangka merealisasikan permintaan pelanggan, hubungannya dengan proses produksi, serta untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi produktivitas. Karena sifatnya operasional, laporan delivery harus dapat ditampilkan setiap saat dan dapat dibuat sesuai kebutuhan manajemen.

Bentuk-bentuk laporan delivery :
1. Laporan actual delivery periode mingguan dan bulanan yaitu laporan secara historis yang memuat informasi delivery meliputi nama pelanggan, tanggal delivery, identifikasi order, schedule delivery dan Jumlah.
2. Laporan delivery periode tertentu (harian, mingguan, bulan, tahunan) yaitu laporan delivery yang memuat informasi penreahan barang kepada pelanggan pada periode tertentu.
3. Laporan realisasi order berdasarkan schedule delivery periode bulanan, yaitu laporan yang memuat informasi realisasi order untuk schedule delivery bulan tertentu. (Total laporan ini tidak sama dengan total delivery bulan yang sama).
4. Laporan Back Order (Sisa Order yang belum direalisasikan) yang terdiri dari beberapa bentuk yaitu ; Semua, Bulan tertentu, Pelanggan tetentu dan sales tertentu.
5. Laporan posisi persediaan periode harian yaitu laporan yang memuat informasi mengenai jumlah barang yang ada di gudang, Back order dan tanggal update terakhir.
6. Laporan penerimaan barang masuk gudang periode bulanan (finishing), yaitu laporan actual penerimaan barang dari bagian produksi pada periode bulan tertentu.
7. Laporan mutasi persediaan periode bulanan yaitu laporan yang memuat informasi mengenai persediaan awal, total masuk, total keluar, dan saldo persediaan yang ada di gudang.
8. PPC Stock & Delivery mencatat penerimaan retur untuk memasukan kembali barang tersebut kedalam persediaan dan mencatat pengeluaran berdasarkan berita acara penerimaan retur apakah barang tersebut disortir atau diafkir untuk dimusnahkan. (JPS)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar